Tampilkan postingan dengan label Metode Belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metode Belajar. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Oktober 2011

Tips dan Cara Agar Kita Suka Membaca Buku

Membaca buku adalah satu jalan untuk kita lebih berilmu. Dengan rajin membaca kita akan menambah wawasan kita, Apapun buku yang kita baca asalkan itu yang kita suka pasti akan terasa menyenangkan dan tidak akan menjadi beban sehingga informasi yang di terima dari buku juga akan mudah di serap.

Buku adalah jendela ilmu pengetahuan, di mana dengan membaca buku kita bisa mendapatkan tambahan wawasan ilmu yang berguna bagi kita baik saat ini maupun di masa depan. Dibutuhkan minat, kemampuan membaca dan wawasan yang cukup untuk bisa memahami isi dari buku yang dibaca. Tidak semua buku baik untuk kita, karena ada banyak buku yang bisa menjerumuskan kita pada hal-hal yang negatif.

Namun terkadang seseorang yang sebenarnya ingin tahu banyak hal tidak membaca buku karena malas untuk membaca buku. Sebenarnya untuk mendapatkan ilmu dan wawasan tidak hanya didapat dari buku saja, karena banyak sumber lain yang dapat menjadi pengganti buku seperti koran, majalah, percakapan, televisi, radio, film, seminar, pelatihan, dan lain-lain.

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat diterapkan untuk meningkatkan minat dan keinginan untuk membaca banyak buku, yaitu sebagai berikut ini :
1. Buka Buku Berdasarkan Minat atau Hobi

Jika anda suka dengan dunia otomotif, coba datang ke toko buku dan cari buku-buku tentang dunia otomotif. Dari sana mungkin anda bisa mulai menyukai mencari-cari tahu sesuatu yang anda belum tahu atau yang selama ini anda pertanyakan.

2. Jawab Pertanyaan Anda Dengan Buku


Apakah anda punya suatu pertanyaan yang ingin segera terjawab? Cobalah datang ke toko buku yang lengkap untuk mulai mencari tahu jawaban atas pertanyaan anda. Misalnya anda penasaran kenapa pohon mangga di pekarangan rumah anda tidak kunjung berbuah. Cobalah cari buku-buku tentang tumbuhan mangga dan membacanya pelan-pelan untuk mendapatkan jawabannya.
3. Iseng-Iseng Jalan-Jalan Ke Toko Buku Besar

Kalau anda punya waktu luang, cobalah datang ke toko buku besar dan iseng berkeliling sambil melihat-lihat buku yang dijual di sana. Mungkin nantinya ada beberapa judul buku yang menarik perhatian anda untuk menjamah, membuka dan kemudian membacanya dengan penuh ketertarikan.
4. Berteman Dengan Orang Yang Suka Membaca Buku (Kutu Buku)

Ada pepatah mengatakan bahwa berteman dengan tukang minyak wangi akan membuat kita jadi wangi karena kecipratan parfum minyak wangi. Mungkin kalau anda berteman baik atau mungkin juga pacaran dengan kutu buku yang hobi baca banyak buku mungkin dia akan merekomendasikan anda suatu buku yang kira-kira kita akan suka membacanya.
5. Mulailah Dari Apa Yang Anda Sukai

Kalau anda benci membaca, mungkin anda suka nonton tv atau nonton film. Cobalah anda cari video-video pendidikan dengan topik yang membuat anda tertarik untuk melihatnya. Nantinya dengan begitu diharapkan anda akan mencoba lihat-lihat buku ketika ada film yang menimbulkan pertanyaan atau ingin tahu lebih lanjut mengenai sesuatu yang belum banyak versi videonya.

Kamis, 29 September 2011

3 modalitas belajar

Umumnya terdapat 3 modalitas belajar seseorang,yaitu :

“modalitas visual, auditori atau kinestetik (V-A-K). Walaupun masing2 dari kita belajar dengan menggunakan ketiga modalitas ini pada tahapan tertentu, kebanyakan orang lebih cenderung pada salah satu di antara ketiganya”.

Lihat diri anda termasuk yg mana dan lihat cara belajarnya di bawah ini

1. Visual (belajar dengan cara melihat)

Lirikan keatas bila berbicara, berbicara dengan cepat. Bagi siswa yang bergaya belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata / penglihatan ( visual ), dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis. Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sampai detil-detilnya untuk mendapatkan informasi.

Ciri-ciri gaya belajar visual :
  • Bicara agak cepat
  • Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi
  • Tidak mudah terganggu oleh keributan
  • Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar
  • Lebih suka membaca dari pada dibacakan
  • Pembaca cepat dan tekun
  • Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata
  • Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato
  • Lebih suka musik dari pada seni
  • Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya

Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual :
  1. Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.
  2. Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting.
  3. Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi.
  4. Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).
  5. Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.

2. Auditori (belajar dengan cara mendengar)

Lirikan kekiri/kekanan mendatar bila berbicara, berbicara sedang2 saja. Siswa yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka guru sebaiknya harus memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan. Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori mendengarkannya. Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.

Ciri-ciri gaya belajar auditori :
  • Saat bekerja suka bicaa kepada diri sendiri
  • Penampilan rapih
  • Mudah terganggu oleh keributan
  • Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
  • Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
  • Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
  • Biasanya ia pembicara yang fasih
  • Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
  • Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
  • Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual
  • Berbicara dalam irama yang terpola
  • Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara

Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori :
  1. Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.
  2. Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
  3. Gunakan musik untuk mengajarkan anak.
  4. Diskusikan ide dengan anak secara verbal.
  5. Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.

3.Kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)

Lirikan kebawah bila berbicara, berbicara lebih lambat. Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. Siswa yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan.

Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :
  • Berbicara perlahan
  • Penampilan rapih
  • Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
  • Belajar melalui memanipulasi dan praktek
  • Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
  • Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
  • Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
  • Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
  • Menyukai permainan yang menyibukkan
  • Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu
  • Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi

Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik:
  1. Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.
  2. Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).
  3. Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.
  4. Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.
  5. Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik.
Gaya belajar dapat menentukan prestasi belajar anda. Jika diberikan strategi yang sesuai dengan gaya belajar anda, anda dapat berkembang dengan lebih baik. Gaya belajar otomatis tergantung dari orang yang belajar. Artinya, setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda.

Bagaimana dengan gaya belajar Anda?

Recent Post

otak hebat. Diberdayakan oleh Blogger.

Entri Populer